Tahukah Anda manfaat Tumbuhan Meniran ?

06 Dec, 2016 Hits: 1060

Meniran, Nama lain Ba’me tano, sidukung anak, dudukung anak, baket sikolop (Sumatera), Meniran, meniran merah, meniran ijo (Jawa), Memeniran (Sunda), Bolobungo, sidukung anak (Sulawesi), Belalang babiji, gosau ma dungi, (Maluku), Gosau ma dungi roriha (Ternate), Zhen zhu cao, hsieh hsia chu (Cina), Chanca piedra, quebra pedra, keela nelli (India), Child pick a back plant (Inggris), Stone breaker, shatterstone, chamberbitter, quinine weed (Amerika Selatan), Ibaibaan (Filipina)  

Meniran mungkin mayoritas masyarakat kita mengenal tumbuhan ini. Meniran memang jenis tum­buhan semak yang mudah ditemukan di sekitar kita. Di pekarangan rumah, di tepi kampung atau di dalam hutan bersemak.

Meniran memiliki nama ilmiah Phyllanthus urinaria (meniran merah) dan Phyllanthus niruri (meniran hijau). Keduanya termasuk ke dalam keluarga menir-meniran (Phyllanthaceae), serta dikenal di negara luar dengan nama chamberbitter karena rasanyanya yang pahit. Meniran meru­pakan tumbuhan kecil berbatang bulat dan basah, dengan tinggi kurang dari 50cm. Daunnya berbentuk sirip genap, setiap tangkainya memiliki daun majemuk berbentuk lon­jong. Bunga terdapat pada ketiak daun yang menghadap ke arah bawah.

Walau berasal dari Asia, tumbuhan yang mirip rumput ini banyak ditemukan di benua Amerika, terutama yang beriklim tropis seperti Florida, Texas (Amerika Serikat), dan Amerika Selatan. Meniran tumbuh di daerah tropis di seluruh dunia seperti hutan hujan Amazon, Bahama, India selatan, dan China.

Di Malaysia, meniran digunakan sebagai pereda nyeri lambung. Selain itu, rebusan me­niran juga digunakan untuk mengatasi verti­go. Di Filipina, meniran digunakan sebagai obat alami hepatitis, masalah lambung, dan sebagai ramuan penambah nafsu makan anak. Di Indonesia, peng­gunaan tanaman me­niran lebih beragam. Tanaman ini dapat mengobati demam, disentri, gonore, dan sifilis, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, meniran juga berguna dalam pengobatan sakit kuning, malaria, sakit ayan, tuberkulosis, serta sebagai terapi tambahan pada penyakit kulit lepra dan herpes.

Beragam zat aktif pada meniran ditemukan pada daun, batang, dan akarnya. Zat-zat tersebut antara lain lignan, terpena, flavonoid, lipid, benzenoid, alkaloid, steroid, alkana, vitamin C, tanin, dan saponin. Dua zat aktif utama yang dikandung meniran adalah filantin (phyllantin) dan hipofilantin (hypophyllantin).

Akar dan daun meniran kaya akan senyawa flavonoid yang dapat digunakan dalam pengobatan asam urat, selain memiliki efek antibakteri serta antifungi atau jamur. Meniran juga bersifat diuretik atau membantu pengelu­aran air seni sehingga mem­buatnya sering digunakan dalam pengobatan batu gin­jal, saluran kemih serta infek­si kandung kemih. Flavonoid dalam meniran juga memiliki efek anti-peradangan. Me­niran kerap dijadikan sebagai herbal antidiabetes karena senyawa alami filantin dan hipofilantin diduga berperan aktif dalam penurunan kadar gula darah.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Dalam penelitian terbaru, disebutkan bahwa meniran memiliki aktivitas imunomodulator yang sangat ber­peran dalam memperkuat sistem imun tubuh. Dan sebaliknya, ketika sistem imun kinerjanya menurun, maka flavonoid yang terkandung di dalam meniran akan mengirimkan sinyal intraseluler kepada reseptor sel yang dimaksudkan untuk dapat meningkatkan kinerjanya lagi.

Potensi Antikanker, Meniran diyakini memiliki efek antikanker. Sifat immu­nostimulator pada meniran diyakini dapat merang­sang aktivitas sel-sel yang dapat menghan­curkan sel-sel lain yang mengalami mutasi dan abnormal (sel kanker). Sebuah penelitian mengenai kegunaan me­niran sebagai antikanker yang dimuat Chang Gung Medicine Journal (2010) menyatakan bahwa ekstrak tanaman meniran dapat me­nekan pertumbuhan berbagai sel kanker dan juga menekan perkem­bangan tumor.

Mengobati Hepatitis, Meniran juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan hepatitis karena memiliki efek farmakologi pada hati yaitu sebagai penghambat DNA Polymerase (DNA yang dibu­tuhkan agar virus dapat berkembang biak) pada virus hepa­titis seperti dilansir tropilab.com (2013).

Dr Baruch Blumberg, seorang herbalist yang menemu­kan antigen virus Hepatitis B, melaporkan bahwa meniran dapat mengatasi carrier kronis Hepatitis B. Penelitian lain­nya di Jepang dan India di tahun 1980-an juga menunjuk­kan khasiat meniran untuk hepatitis. Senyawa utama yang berperan adalah filantin, hipofilantin dan triakontanal.

Membantu pengobatan HIV, Para ilmuwan dari Bristol-Myers Squibb Pharmaceutical Research Institute mengungkapkan bahwa zat nirusida dari meniran dapat membantu menghambat virus HIV. Peneli­tian lain di Jerman menyebutkan bahwa ekstrak meniran dapat membantu terapi HIV dengan menghambat perkem­bangan virus sampai 70-75 persen.

Sumber : The Best Herbs of Natural Healing