Tahukah Anda Manfaat Daun Pandan ?

06 Dec, 2016 Hits: 1029

The Vanilla of Indonesia, demikian sebagian kalangan memberi julukan bagi daun pandan. Hal itu tidak berlebihan. Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) me­mang memiliki wangi yang khas. Pandan wangi diyakini berasal dari Indonesia dan menyebar ke negara-negara Asia Tenggara. Di kawasan ini, daun pandan banyak digunakan dalam dunia kuliner sebagai pengharum kue dan masakan dan pewarna hijau alami. Pandan juga biasa digunakan untuk mengharumkan ruangan, dalam pem­buatan minyak wangi serta aromaterapi.

Pandan wangi tumbuh di daerah pantai sampai dae­rah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Dapat tumbuh subur di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembab. Tumbuhan perdu ta­hunan ini tingginya hanya sekitar 2 meter. Tumbuhan ini memiliki daun memanjang berwarna hijau sedikit kekuningan, jika diremas mengeluarkan aroma harum. Helaian daunnya tipis, ujung daunnya berduri kecil.

Pandan wangi dikenal sebagai tumbuhan obat yang banyak digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, akar, bunga, dan bijinya. Air re­busan daun pandan dipercaya memiliki efek menenang­kan.

Selain itu, di Filipina tepung yang terbuat dari kepala sari bunga pandan dapat digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan dan epilepsi. Bubuk akar pandan dipercaya mampu mengatasi cacar dan lepra. Biji daun pandan juga digunakan untuk menguatkan jantung dan hati. Air daun pandan digunakan untuk menyegarkan tubuh, meredakan demam, dan mengatasi gangguan pencernaan.

Minyak atsiri daun pandan dapat digunakan dalam aromaterapi, juga untuk meringankan sakit kepala dan rematik. Di berbagai wilayah di Asia, minyak pandan digunakan untuk pengobatan sakit telinga, kencing nanah (gonore), sifilis, hepatitis, campak, demam berdarah dan anemia. Daun pandan wangi juga biasa digunakan untuk mengatasi kerontokan rambut, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, lemah saraf, lemah nafsu makan, pegal linu, dan sakit yang disertai gelisah.

Tumbuhan pandan teru­tama daunnya mengandung saponin, alkaloid, tanin, polifenol, flavonoid, terpen, dan zat warna. Daun pandan juga mengandung minyak atsiri yang rasanya pahit namun aromanya harum. Minyak yang diekstrak dari bagian bunga memiliki aroma yang lebih wangi.

Efek Penenang, Sebuah penelitian praklinik telah dilakukan untuk menguji pengaruh ekstrak pandan wangi terhadap waktu serta durasi tidur. Hasilnya, ekstrak pandan wangi dengan dosis tertentu dapat memperpanjang waktu tidur mencit.

Anti virus herpes dan influenza, Pandan mengandung alkaloid dan unglycosylated pan­damin protein yang memiliki aktivitas antivirus terhadap virus manusia , seperti virus herpes simpleks tipe - 1 dan virus influenza.

Antibakteri, Berdasarkan penelitian, daun pandan wangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinoycetemcomitans penyebab penyakit periodontal. Penyakit periodontal adalah penyakit karena infeksi bakteri yang mengenai jaringan pendukung gigi serta jaringan peng­hubung antara gigi dengan tulang penyangga gigi.

Penelitian lain menunjukkan, ekstrak daun pandan memiliki efek antibakteri dengan spektrum cukup luas, sehingga dianggap berpotensi untuk menjadi sumber an­tibiotika baru. Pada penelitian secara in vitro, ekstrak daun pandan memiliki kemampuan menghambat bakteri-bakteri seperti Steptococcus aureusEscherichia coli dan Plasmodium aeruginosa.

(Sumber : Disadur dari Buku The Best Herbs for Natural Healing)